IMG-LOGO
info publik

Bahayanya Mencampur Premium Dan Pertamax/Pertalite Untuk Kendaraan

Create By 07 March 2018 9 Views
IMG

Bahayanya Mencampur Premium Dan Pertamax/Pertalite Untuk Kendaraan


Bagi kalian yang ingin hemat energy dan hemat biaya untuk pengeluaran bulanan bagi kendaraan tapi ingin meningkatkatkan performa kendaraan, nampaknya jangan pernah mencampur bahan bakar minyak premium dan pertamax atau premium dengan pertalite, apalagi kalau terlalu sering campur mencampur, alih-alih untuk meningkatkan Ron agar lebih baik tapi yang terjadi malah sebaliknya.

Seperti contoh, Misalnya campuran Premium(RON 88) dengan Pertamax(RON 92). Nah jika dicampur dengan takaran 50:50 maka akan didapat bensin dengan RON 88+92= 180/2=RON 90. Artinya setara dengan Pertalite bukan ??



Nah menurut peneliti yang saya kutip dari gridoto.com, "Sebaiknya kebiasaan campur bensin ditinggalkan karena mengundang harm effect," terang Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, dosen teknik mesin ITB dan juga peneliti LAPI ITB.

Campuran Premium dengan keluarga bensin Pertamax baik itu pertalite, pertamax plus dan sebagainya yang Ron nya lebih tinggi, bakal mengurangi tingkat detergen yang ada di dalam bensin oplosan itu.

Kadar aditif yang harusnya meningkatkan mutu pada bensin malah menjadi rendah, deposit kotoran justru makin banyak.



Lebih lengkapnya zat aditif memang ditambahkan untuk meningkatkan mutu, fingsinya memperlambat pembakaran bahan bakar. Dulu digunakan senyawa Pb seperti TEL (TetraEthyl Lead) dan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Eter). Oleh karena Pb bersifat racun, maka penggunaanya sudah diganti dengan senyawa organic seperti etanol.Etanol anhidrat dapat dicampur dengan bensin dalam perbandingan yang beragam sehinggadapat digunakan di mesin bensin biasa. 

Mesin bensin dengan sedikit perubahan (minor) dapatmenggunakan bahan bakar bensin dengan campuran etanol lebih besar.Campuran bahan bakar etanol memiliki nilai "E" yang menjelaskan persentase bahan bakar etanol di dalam campuran tersebut. Misalnya, E85 artinya adalah 85% etanol anhidrat dan 15% bensin.



Kemudian zat aditif antioksidan fungsinya untuk menghambat pembentukkan kerak yang dapat menyumbang saringan dan saluran bensin.Bensin banyak mengandung senyawa olefinyang mudah bereaksi dengan oksigen membentuk kerak yang disebut gum. Jadi, bensin perlu ditambahkan antioksidan, seperti alkil fenol Antioksidan adalah zat aditif penting dalam bensin. Antioksidan mencegah pembentukan gusi yang mengganggu pengoperasian mesin pembakaran internal. Fenol tersubstitusi dan turunannya dari phenylenediamine yang umumnya antioksidan dipakai untuk menghambat pembentukan gusi pada bensin.

Nah bila premium dicampur dengan Ron yang lebih tinggi, zat aditif semakin melemah fungsinya hingga deposit mengundang potensi kotoran atau abu. Mulai dari banyaknya kerak di piston, kepala silinder dan sekeliling payung klep.

Nah lama-kelamaan kotoran kecil tadi atau gusi bertumpuk jadi kerak, menimbulkan knocking atau ngelitik dan performa mesin yang turun drastis. Bisa saja kendaraan mogok dijalan atau turun mesin pada akhirnya.

IMG
IMG
IMG