Sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus meningkatkan aktivitas fisik anak, mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program kerja individu bertajuk Festival Permainan Tradisional. Program ini merupakan program kerja individu Naufal Bagoes Anantyo, mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Semarang. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, pada sore hari di Desa Bandongan dan diikuti dengan antusias oleh anak-anak. Pelaksanaan program ini juga berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan yang sedang melaksanakan GIAT di desa-desa lain di Kecamatan Bandongan.
Festival Permainan Tradisional diselenggarakan sebagai sarana untuk mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional kepada anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk bermain secara aktif, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengenal nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan kejujuran yang terkandung dalam setiap permainan tradisional. Selain menjadi media hiburan, permainan tradisional juga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.
Dalam kegiatan ini, anak-anak mengikuti berbagai permainan tradisional yang dipandu langsung oleh mahasiswa. Suasana berlangsung meriah dengan penuh keceriaan dan semangat. Setiap permainan dirancang agar mudah diikuti oleh seluruh peserta sekaligus memberikan pengalaman belajar melalui aktivitas bermain. Antusiasme anak-anak terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap permainan hingga kegiatan selesai.
Program ini tidak hanya dilaksanakan di Desa Bandongan, tetapi juga menjadi kegiatan kolaboratif bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan yang melaksanakan GIAT di desa-desa lain di Kecamatan Bandongan. Festival permainan tradisional akan dilaksanakan secara bergiliran di setiap desa sesuai dengan lokasi penugasan mahasiswa, sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh lebih banyak anak di wilayah Kecamatan Bandongan. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antarmahasiswa dalam menghadirkan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui Festival Permainan Tradisional, diharapkan anak-anak semakin mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk lebih aktif bergerak, mengurangi ketergantungan terhadap gawai, serta mempererat interaksi sosial dengan teman sebaya. Kolaborasi antar mahasiswa GIAT 16 UNNES juga diharapkan mampu memperluas jangkauan program sehingga pelestarian permainan tradisional dapat terus dilakukan di berbagai desa di Kecamatan Bandongan.