Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kemampuan administrasi pelaku usaha, mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES), Oktaviana Eka Fadila dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, melaksanakan program kerja individu bertajuk Buku Saku Kas UMKM. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 2 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Padepokan Manunggal Budaya, Desa Bandongan. Program ini menyasar para pelaku UMKM sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya administrasi dan pencatatan keuangan usaha secara sederhana.
Program Buku Saku Kas UMKM dilaksanakan sebagai solusi praktis bagi pelaku usaha yang belum terbiasa melakukan pembukuan. Banyak pelaku UMKM masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sehingga kesulitan mengetahui kondisi usahanya. Oleh karena itu, melalui program ini diperkenalkan cara melakukan pencatatan keuangan sederhana yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari tanpa memerlukan pengetahuan akuntansi yang rumit.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya pembukuan sederhana sebagai dasar pengelolaan usaha yang baik. Materi yang disampaikan meliputi cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, menghitung saldo kas harian, serta menjaga konsistensi dalam melakukan pencatatan. Selain penyampaian materi, setiap pelaku UMKM juga menerima *Buku Saku Kas UMKM*, yaitu buku pembukuan sederhana yang telah dirancang agar mudah digunakan sebagai media pencatatan transaksi usaha sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memberikan contoh pengisian buku saku secara langsung sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah pencatatan dengan lebih mudah. Para pelaku UMKM juga diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai kendala yang selama ini dihadapi dalam mengelola keuangan usahanya. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai cara mengatur keuangan usaha agar lebih tertib dan mudah dipantau perkembangannya.
Melalui program kerja individu ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Bandongan dapat mulai menerapkan pembukuan sederhana secara rutin sebagai bagian dari pengelolaan usaha. Kehadiran Buku Saku Kas UMKM diharapkan tidak hanya membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi harian, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun administrasi usaha yang lebih tertata, sehingga mampu mendukung perkembangan UMKM yang lebih profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Sebagai bentuk komitmen agar manfaat program ini dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas, Buku Saku Kas UMKM juga tersedia dalam format digital dan dapat diakses secara bebas melalui tautan berikut:
Akses Buku Saku Kas UMKM: https://drive.google.com/file/d/1XKeUJ6iU9oILrH2fQj_H2pyoaO8wk_Y2/view?usp=sharing
Melalui penyediaan akses digital ini, diharapkan tidak hanya peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi, tetapi juga pelaku UMKM lainnya dapat memanfaatkan buku saku tersebut sebagai panduan praktis dalam melakukan pencatatan keuangan usaha. Dengan administrasi yang lebih tertib dan pencatatan yang konsisten, UMKM di Desa Bandongan diharapkan mampu berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, berkelanjutan, dan siap bersaing di era digital.