Mahasiswa GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program kerja dari bidang Ilmu Politik bertajuk MEKDI (Musyawarah Ekonomi Kreatif Kecamatan) pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kecamatan Bandongan. Melalui program ini, diharapkan tercipta ruang diskusi yang mampu menghasilkan gagasan dan solusi untuk meningkatkan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai kebijakan pengembangan ekonomi kreatif kecamatan. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk mendukung daya saing UMKM. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih maju dan berkelanjutan.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah pemetaan potensi dan permasalahan UMKM yang ada di Kecamatan Bandongan. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi usaha yang dijalankan, peluang yang dimiliki, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya. Berbagai isu seperti pemasaran, legalitas usaha, pengelolaan administrasi, akses permodalan, hingga pemanfaatan media digital menjadi topik yang dibahas bersama dalam forum tersebut.
Melalui musyawarah ini, mahasiswa GIAT 16 UNNES bersama peserta berupaya mengidentifikasi potensi unggulan yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi Kecamatan Bandongan. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk menghimpun berbagai masukan dari masyarakat sebagai dasar dalam merancang langkah-langkah pengembangan UMKM yang lebih tepat sasaran. Diskusi yang berlangsung secara terbuka menunjukkan antusiasme peserta dalam memberikan ide dan berbagi pengalaman demi kemajuan ekonomi Kecamatan.
Program MEKDI diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah kecamatan, masyarakat, pelaku UMKM, dan perguruan tinggi. Dengan adanya pemetaan potensi serta identifikasi permasalahan yang dihadapi UMKM, diharapkan akan lahir berbagai program pengembangan yang mampu mendorong terwujudnya UMKM Desa Bandongan yang lebih inovatif, tertata, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi desa.